Hari ini ku
coba goreskan sebaris kata untuk dirimu wahai tunas muda, engkau bagaikan
penerang di tengah kegelapan kehidupan dunia. Engkau adalah bak pahlawan yang
akan membawa perubahan dan kemajuan. Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat,
sehingga dikau telah menginjak usia dewasa. Engkau bukan lah lagi anak ingusan
yang tak mengenal warna, dari pundakmulah orang tuamu menaruh harapan besar
agar kelak engkau bisa mejadi orang yang berguna.
Hari ini kau
telah membayangkan bagaimana kehidupan di dunia kampus, berkenalan dengan kawan
baru, bercanda ria bahkan duduk nongkrong bareng teman barumu. Begitu asyik
kalau kita bayangkan. Kita saling bahagia bercerita pengalaman kelam anda
sewaktu menduduki kursi SD, SMP maupun SMA. Engkau mereflesikan bagaimana
cupunya dirimu, lugu dan sederhananya dirimu waktu itu. Itulah masa-masa indah
yang tak mungkin engkau bisa lupakan. Dirimu begitu kelihatan ceria dalam
imajinasimu dan keceriaan itu akan pudar seketika anda mengetahui bagaimana
kehidupan mahasiswa dalam kampus yang sebenarnya.
Ingat pesan
ini wahai anak muda, jangan jadi mahasiswa yang hanya bisa kuliah, pulang,
pacaran dan nongkrongan. Karena dalam dirimu tersimpan amanah pencerahan
sebagai creator of change (Aktor Perubahan). Salah satu amanah mulia yang
memerlukan keberanian dan kesabaran dalam bertindak. Beberapa kebiasaan yang
saya sebutkan bukan lah bagian dari karakter sang creator of change, sebab
sifat itu hanya dimiliki oleh mahasiswa yang seadanya dan mengikuti arus.
Tantangan dan rintangan menjadi hiasan tersendiri dalam dinamika kehidupan
kampus, dirimu harus mampu berani dan mandiri dalam menerjemahkan akselerasi
dunia kampus. Dua kemungkinan, anda bergerak atau tergantikan. Anda sendirilah
yang dapat menentukan jalan hidup anda.
Wahai anak
muda, saya telah mengukirkan beberapa karya untuk menemani hidupmu dalam
berekspresi di dunia literasi. Karya akan menuntun dirimu agar berani dalam
kondisi apapun. Hutan mengajarkan kepada diri kita agar lebih berani dalam
mengambil sikap. Hutan pulalalah yang mengajarkan kita bahwa kemapanan,
kekayayaan dan ketampanan hanya sebagai racun untuk tubuh ini.
Kemapanan
akan menjadikanmu bergerak layaknya ular merayap. Kekayaan tidak lebih akan
membuat anda terprovokasi dan terinfeksi penyakit kesombongan layaknya seekor
bangkai. Hutan telah banyak mengajarkan kita agar memfungsikan seluruh anggota
tubuh secara totalitas.
Kaki diajarkan agar berlari kencang dikala musuh datang, tangan di ajarkan agar mampu mengayun ketika lawan memyerang dan akal dilatih agar berpikir ketika lawan cerdas menjebak.
Kaki diajarkan agar berlari kencang dikala musuh datang, tangan di ajarkan agar mampu mengayun ketika lawan memyerang dan akal dilatih agar berpikir ketika lawan cerdas menjebak.
Wahai anak
muda, nyali ibarat nyawa. Kapan hal tersebut hilang maka sama halnya tidak ada
gunanya hidup di dunia, ibarat hidup penuh dengan harta dalam kondisi
kehampaan. Nyali harus mampu kita jadikan layaknya keberimanan, keberimanan
yang mengantarkan kita ke dalam jannahnya Allah. Anda harus mampu melatih diri
anda selalu sensitif pada suara apapun. Jangan mudah kau terpikat oleh
kedudukan, pengaruh, dan ketenaran. Kedudukan yang tinggi akan membuatmu
seperti manusia yang diatur oleh mesin. Berusahalah tinggalkan harta, jabatan
menterimu, karena itu akan membuat ruang gerak mu serba terbatas dan lingkungan
sosial terlalu banyak dipenuhi oleh butak budak yang dilegalkan. Masih banyak
yang harus kalian pikirkan, agama, negara, budaya serta pendidikan menjadi
makanan pokok untuk kalian kunyah.
Pada suatu
saat nanti dirimu akan bertemu dengan para aktivis dan kaum intektual yang senantiasa
mampu menerjemahkan realitas sosial, lebih lebih dalam dunia kampus itu
sendiri. Mereka akan memeperkenalkan kepada mu tentang lembaga atau organisasi
mereka dan gerakan mereka. Bagaimana cara memposisikan diri sebagai generasi,
aktor perubahan, penjaga moralitas serta bagaimana menjadi mahasiswa yang
sejati.
Saran saya
kepada kalian, berkenalanlah kepada mereka, pelajari dan bergaulah dengan para
penggagas perubahan. Mereka yang akan membawa kita pada pintu-pintu kesuksesan,
yang mampu mengarakan apa orientasi kita hidup sebagai mahasiswa dan sebagai
seorang Hamba. Berkawanlah bersama mereka yang senantiasa mengajarkan kepada
kita apa arti sebuah kehidupan, arti dari sebuah pilihan.
Posisikan
dirimu sebagai mahasiswa yang yang ingin belajar lebih baik, ingin menjadi
mahasiswa yang berani dan mandiri tanpa di intervensi oleh orang lain, menjadi
mahasiswa yang cerdas intelektual, cerdas moralitas dan cerdas persoalan
Ahlaknya.
Kelak engkau
akan merasakan bagaimana menjadi seorang tokoh yang mampu menjawab tantangan
zaman, namun hal itu tidak di capai dengan mudah, butuh perjuangan dan proses
yang baik sehingga melahirkan hasil yang baik pula. Kau akan mengukir indahnya
masa-masamu yang engkau peroleh dari proses dan petualanganmu menjadi mahasiswa.
Sebelum saya
menyampaikan pesan untuk kalian wahai kaum intelektual, ingat dan cam kan ini,
dirimu adalah patarung dalam peperangan. Berjuang dan berkorbanlah untuk orang
terdekatmu, dan kekasihmu. Kalaupun orang terdekatmu dan kau jadikan dia
sebagai kekasihmu adalah Nabi Muhammad Saw, maka jadikanlah Beliau sebagai
penuntun jalan hidupmu serta ikutilah sirah yang telah Beliau jalani, jadikan
setiap perkataan dan perbuatan anda tidak bisa terlepas seperti apa yang telah
Rasulullah Saw Contohkan.
Beliau telah
memberikan sepenuhnya harta dan berkorban dengan jiwanya untuk keselamatan
ummatnya hingga hari penghakiman nanti. Semoga kita senantiasa berada dalam
lingkungan orang orang yang mengajak kita ke jalan Allah Saw, yaitu jalan yang
mengajarkan kepada kita arti sebuah ketenangan dan kedamaian.
Billahi
Fii Sabililhaq Fastabiqul Khairot
Ahad,
23 Maret 2017
My
Hijrah My Adventure

Bagus dan intisarnya sangat bermakna juang yg tinggi,sehingga bisa memotivasi orang-orang yg membacanya,
BalasHapusMay Almighty Allah has blessing You're life Duniya until Akherat dude'😎😎
Subhanallah.syukron ahsallah
BalasHapusSubhanallah.syukron ahsallah
BalasHapusSubhanallah.syukron ahsallah
BalasHapus