Jumat, 08 September 2017

Pesan Untuk Dirimu Wahai Mahasiswa Baru






Oleh Muhammad Nursalam
(Kabider PIKOM IMM FKIP)

Hari ini ku coba goreskan sebaris kata untuk dirimu wahai tunas muda, engkau bagaikan penerang di tengah kegelapan kehidupan dunia. Engkau adalah bak pahlawan yang akan membawa perubahan dan kemajuan. Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, sehingga dikau telah menginjak usia dewasa. Engkau bukan lah lagi anak ingusan yang tak mengenal warna, dari pundakmulah orang tuamu menaruh harapan besar agar kelak engkau bisa mejadi orang yang berguna.
Hari ini kau telah membayangkan bagaimana kehidupan di dunia kampus, berkenalan dengan kawan baru, bercanda ria bahkan duduk nongkrong bareng teman barumu. Begitu asyik kalau kita bayangkan. Kita saling bahagia bercerita pengalaman kelam anda sewaktu menduduki kursi SD, SMP maupun SMA. Engkau mereflesikan bagaimana cupunya dirimu, lugu dan sederhananya dirimu waktu itu. Itulah masa-masa indah yang tak mungkin engkau bisa lupakan. Dirimu begitu kelihatan ceria dalam imajinasimu dan keceriaan itu akan pudar seketika anda mengetahui bagaimana kehidupan mahasiswa dalam kampus yang sebenarnya.
Ingat pesan ini wahai anak muda, jangan jadi mahasiswa yang hanya bisa kuliah, pulang, pacaran dan nongkrongan. Karena dalam dirimu tersimpan amanah pencerahan sebagai creator of change (Aktor Perubahan). Salah satu amanah mulia yang memerlukan keberanian dan kesabaran dalam bertindak. Beberapa kebiasaan yang saya sebutkan bukan lah bagian dari karakter sang creator of change, sebab sifat itu hanya dimiliki oleh mahasiswa yang seadanya dan mengikuti arus. Tantangan dan rintangan menjadi hiasan tersendiri dalam dinamika kehidupan kampus, dirimu harus mampu berani dan mandiri dalam menerjemahkan akselerasi dunia kampus. Dua kemungkinan, anda bergerak atau tergantikan. Anda sendirilah yang dapat menentukan jalan hidup anda.
Wahai anak muda, saya telah mengukirkan beberapa karya untuk menemani hidupmu dalam berekspresi di dunia literasi. Karya akan menuntun dirimu agar berani dalam kondisi apapun. Hutan mengajarkan kepada diri kita agar lebih berani dalam mengambil sikap. Hutan pulalalah yang mengajarkan kita bahwa kemapanan, kekayayaan dan ketampanan hanya sebagai racun untuk tubuh ini.
Kemapanan akan menjadikanmu bergerak layaknya ular merayap. Kekayaan tidak lebih akan membuat anda terprovokasi dan terinfeksi penyakit kesombongan layaknya seekor bangkai. Hutan telah banyak mengajarkan kita agar memfungsikan seluruh anggota tubuh secara totalitas.
Kaki diajarkan agar berlari kencang dikala musuh datang, tangan di ajarkan agar mampu mengayun ketika lawan memyerang dan akal dilatih agar berpikir ketika lawan cerdas menjebak.
Wahai anak muda, nyali ibarat nyawa. Kapan hal tersebut hilang maka sama halnya tidak ada gunanya hidup di dunia, ibarat hidup penuh dengan harta dalam kondisi kehampaan. Nyali harus mampu kita jadikan layaknya keberimanan, keberimanan yang mengantarkan kita ke dalam jannahnya Allah. Anda harus mampu melatih diri anda selalu sensitif pada suara apapun. Jangan mudah kau terpikat oleh kedudukan, pengaruh, dan ketenaran. Kedudukan yang tinggi akan membuatmu seperti manusia yang diatur oleh mesin. Berusahalah tinggalkan harta, jabatan menterimu, karena itu akan membuat ruang gerak mu serba terbatas dan lingkungan sosial terlalu banyak dipenuhi oleh butak budak yang dilegalkan. Masih banyak yang harus kalian pikirkan, agama, negara, budaya serta pendidikan menjadi makanan pokok untuk kalian kunyah.
Pada suatu saat nanti dirimu akan bertemu dengan para aktivis dan kaum intektual yang senantiasa mampu menerjemahkan realitas sosial, lebih lebih dalam dunia kampus itu sendiri. Mereka akan memeperkenalkan kepada mu tentang lembaga atau organisasi mereka dan gerakan mereka. Bagaimana cara memposisikan diri sebagai generasi, aktor perubahan, penjaga moralitas serta bagaimana menjadi mahasiswa yang sejati.
Saran saya kepada kalian, berkenalanlah kepada mereka, pelajari dan bergaulah dengan para penggagas perubahan. Mereka yang akan membawa kita pada pintu-pintu kesuksesan, yang mampu mengarakan apa orientasi kita hidup sebagai mahasiswa dan sebagai seorang Hamba. Berkawanlah bersama mereka yang senantiasa mengajarkan kepada kita apa arti sebuah kehidupan, arti dari sebuah pilihan.
Posisikan dirimu sebagai mahasiswa yang yang ingin belajar lebih baik, ingin menjadi mahasiswa yang berani dan mandiri tanpa di intervensi oleh orang lain, menjadi mahasiswa yang cerdas intelektual, cerdas moralitas dan cerdas persoalan Ahlaknya.
Kelak engkau akan merasakan bagaimana menjadi seorang tokoh yang mampu menjawab tantangan zaman, namun hal itu tidak di capai dengan mudah, butuh perjuangan dan proses yang baik sehingga melahirkan hasil yang baik pula. Kau akan mengukir indahnya masa-masamu yang engkau peroleh dari proses dan petualanganmu menjadi mahasiswa.
Sebelum saya menyampaikan pesan untuk kalian wahai kaum intelektual, ingat dan cam kan ini, dirimu adalah patarung dalam peperangan. Berjuang dan berkorbanlah untuk orang terdekatmu, dan kekasihmu. Kalaupun orang terdekatmu dan kau jadikan dia sebagai kekasihmu adalah Nabi Muhammad Saw, maka jadikanlah Beliau sebagai penuntun jalan hidupmu serta ikutilah sirah yang telah Beliau jalani, jadikan setiap perkataan dan perbuatan anda tidak bisa terlepas seperti apa yang telah Rasulullah Saw Contohkan.
Beliau telah memberikan sepenuhnya harta dan berkorban dengan jiwanya untuk keselamatan ummatnya hingga hari penghakiman nanti. Semoga kita senantiasa berada dalam lingkungan orang orang yang mengajak kita ke jalan Allah Saw, yaitu jalan yang mengajarkan kepada kita arti sebuah ketenangan dan kedamaian.
Billahi Fii Sabililhaq Fastabiqul Khairot
Ahad, 23 Maret 2017
My Hijrah My Adventure

4 komentar:

  1. Bagus dan intisarnya sangat bermakna juang yg tinggi,sehingga bisa memotivasi orang-orang yg membacanya,
    May Almighty Allah has blessing You're life Duniya until Akherat dude'😎😎

    BalasHapus

TUHAN! Kami Tidak Butuh Popularitas

Oleh IMMawan Muhammad Nursalam ( Kabid Kader Pikom IMM FKIP Unismuh Makassar) Diam bukan berarti mati, bergerak belum tentu ...