Berani Bepikir Visioner: Kader IMM sebagai Creative Minority
Oleh IMMawan
Muhammad Nursalam
(Kabider PIKOM IMM FKIP 2017-2018)
(Kabider PIKOM IMM FKIP 2017-2018)
Anak negeri
tak ingin ada tirani
Apalagi oleh bangsa sendiri
Menyandera hak azazi
Pembiaran sama saja dengan mati 8suri
Hidup tak lagi berarti
Pengkerdilan generasi telah terjadi
Apalagi oleh bangsa sendiri
Menyandera hak azazi
Pembiaran sama saja dengan mati 8suri
Hidup tak lagi berarti
Pengkerdilan generasi telah terjadi
Tak satu pun
berani sebagai oposisi
Kecuali mahasiswa dan aktivis pro demokrasi
Susun strategi melalui kampus perguruan tinggi
Menyadarkan generasi hari demi hari
Mengangkat tangan kepalkan jari
Serukan slogan penyatu aksi
Lawan..! Lawan...! Lawan..!
Terdengar di seluruh negeri
Kecuali mahasiswa dan aktivis pro demokrasi
Susun strategi melalui kampus perguruan tinggi
Menyadarkan generasi hari demi hari
Mengangkat tangan kepalkan jari
Serukan slogan penyatu aksi
Lawan..! Lawan...! Lawan..!
Terdengar di seluruh negeri
Gerakan
terkonsolidasi
Mahasiswa turun ke jalan setiap hari
Rakyat mendukung sepenuh hati
Lakukan aksi berhadapan dengan ABRI
Moncong senjata mengintai semua sisi
Namun tekad tak surut sama sekali
(Karya Arka'a)
Mahasiswa turun ke jalan setiap hari
Rakyat mendukung sepenuh hati
Lakukan aksi berhadapan dengan ABRI
Moncong senjata mengintai semua sisi
Namun tekad tak surut sama sekali
(Karya Arka'a)
Bangkitlah Wahai
Sang Aktor Peradaban....
Bangkit dan
tunjukan taring mu kepada dunia...
Bangkitlah...
Bangkit
adalah kata yang mendesklarasikan semangat juang dr para pejuang kebenaran,
perjuangan yang menggabarkan bagaimana kepedulian kita terhadap untuk umat dan
bangsa dari kebobrokan regulasi yang diterapkan sekarang. Hari ini coba kita
reflesikansejauh mana kontribusi IMM terhadap perkembangan dan kemajuan bangsa,
khusus nya di internal Muhammadiyah itu sendiri. IMM adalah gerakan amal Ma'ruf
Nahi Mungkar, pelopor, pelangsung dan penyempurna dr amal usaha yang telah
diperjuangkan oleh Sang Pendekar Pencerahan, Muhammadiyah. IMM tidak boleh
menjadi gerakan yang terkungkung pada rutinitas atau program - ptogram tahun-tahun
sebelumnya, IMM harus menjadi yang terdepan dalam mengembamgkan dan memajukan
Bangsa. IMM lahir dari rahim Muhammadiyah bukanlah hanya untuk menjadi pencerah
dikalangan umat islam. Tapi IMM lahir sebagai stabilitator dari buruknya sistem
ketatanegaraan kebangsaan pada waktu itu. Jadi jangan heran jikalau hari ini
banyak pihak luar mempertanyakan "Apa Bentuk gerakan IMM hari ini???
Apakah sibuk mencetak kader ustadz, kader persyarikatan??? "" ho ho
ho, onde mande, pertanyaan yang manis layaknya sarang lebah yang tak berisi
madu, indah tapi menusuk dalam jiwa ini. Tentunya hal ini tidak boleh di
biarkan begitu saja, harus ada sikap sebagai bentuk respon IMM terhadap asumsi
dari pihak luar yang menjadi pertanyaan besar di internal IMM.
IMM sebagai
anak kandung dari Muhammadiyah perlu berbenah diri, apakah masih pantas
mendapat gelar pelopor atau tidak. Sehingga untuk mereflesikan Muhammadiyah
hari ini, maka IMM lah yang menjadi barometer penuh untuk melihat bagaimana
nasib Muhammadiyah kedepan. Gerakan, ideologi dan cara berpikir kader IMM
memjadi salah satu indikator bagaimana wajah Muhammadiyah beberapa tahun
kedepan. Kader IMM harus mampu melahirkan gagasan-gagasan solutif dan bergerak
aktif, Sehingga tidak IMM terjebak dalam rutinitas yang tidak substansial.
Kalaupun hari ini kita berada di
zaman teknologi, manusia-manusia yang disebut sebagai generasi Z harus mampu
menerjemahkan posisi dan sarana yang ada sekarang. Gerakan yang kreatif dan
inovatif menjadi bumbu dalam setiap aktivitas, sehingga jangan heran hari ini
kita di tuntut untuk berpikir cerdas dan bekerja keras.
Menjadi
pelopor bukanlah hal yang mudah untuk di aktualisasikan, perlu namanya
pembinanaan intensif dan konstruktif jikalau ingin target bisa dicapai.
Gagasan, ide dari kader imm harus barbau solutif dan membangun, sehingga orang
bisa tersadarkan bagaimana akselerasi zaman sekarang.
Hari ini saya
coba menggoreskan sebuah karya yang berawal dari keresahan jiwa dalam melihat
realitas dan tantangan di kampus biru. IMM yang dikenal sebagai anak kandung
Muhammadiyah tumbang karena persoalan amal usaha dari sang Induk Muhammadiyah.
Ibarat kita adalah segerombolan orang yang bertamu di rumah sendiri, team dari
kaum separatis tertawa riang melihat kemunduran kita, dan anehnya kita sadar
akan hal itu namun tak mau bertindak untuk keluar dari keterpurukan (kesadaran naif). Oleh karena itulah kader IMM harus menjadi aktor dalam perubahan, karena
pada dasarnya kita memiliki tanggung jawab sebagai Creator Of Change dalam menginterpretasikan fenomena sosial. IMM
harus menjadi lokomotif perubahan dalam masyarakat, minimal membawa perubahan
di masyarakat kampus. Sehingga saya berani mengatakan kader IMM harus berpikir
visioner, berani berpikir cerdas dan menjadikan IMM sebagai Creative Minority.
Ya, kata yang tidak asing lagi di telinga kita para aktor dan pecinta
perubahan.
Minoritas
Kreatif adalah mereka yang memiliki idealisme dan kecerdasan untuk berpikir
panjang dan luas mengenai masa depan. Dalam pidatonya Bapak Andi Malarangeng (eks
Menpora) mengatakan "kreatif minoritas adalah inti suatu gerakan,
dimana-mana penggagas ide adalah kelompok kecil, sehingga parameternya sejauh
mana ide ide dapat di terima di Masyarakat". Kreatif minoritas biasa
diterapkan dalam memperkenalkan suatu organisasi, interpreneur dan rekuitment
kader. Nah, kalau perekrutan kader sendiri tentunya kita juga memiliki rival
atau kompetitor. Bisa jadi gerakan mahasiswa lain, bahkan lembaga dakwah
kampus. Tentunya strategi yang kita rancang harus berbeda dengan rival kita
agar hasil rekrutmen kita optimal.
Maka dari itu
perlu ada namanya kesadaran dalam diri setiap kader, perlu di tegakkan konsep
kolektif kolegial serta kerja sama team yang saling berbagi kesenangan dan
kesedihan.
Satu tujuan, satu visi, satu misi
Kita tidak berdiri sendiri
Kita punya tujuan hakiki
Kita punya TRILOGI:
Ayo sama sama
bergerak saudaraku, yakinlah bahwa kita mampu, kita bisa, kita pasti bisa. Kita
akan raih bintang-bintang yang terbentang di langit. Jangan pernah ragu, Kita
bisa jadi yang terdepan, ketika kita bersatu bersama dalam satu irama untuk IMM
maka, percayalah kita pasti dapat meraihnya. Ulurkan tanganmu, Genggamlah
tanganku, kita pasti bisa saudaraku untuk terbang meraih kejayaan, kita bisa!
Kita pasti Bisa
Ayo Bergerak!!!
My Hijrah My Adventure
Makassar, 22 Agustus 2017
Makassar, 22 Agustus 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar